Saturday, 23 January 2016

"Surat Al-Ashr" Merenung Makna Hidup Manusia dalam Al-Qur'an

(Sumber: http://www.albashiroh.net/2013/11/surat-al-ashr-merenung-makna-hidup.html?m=1)

Hidup haruslah bermakna dan berguna. Maka bagaimana sebenarnya hidup yang bermakna? Al Qur'an memiliki bahasa sendiri dalam menegaskan pernyataan tentang hidup bermakna. Allah berfirman dalam Al Qur'an surat Al Ashri yang artinya, "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, saling berwasiat dengan kebenaran serta berbuat sabar". (QS Wal-Ashri 1-3).

Surat Al Ashr menurut mayoritas ulama turun pada fase sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Ayat yang turun pada fase ini disebut dengan ayat Makkiyyah. Tersusun dari tiga ayat dan merupakan surat terpendek dalam Al Qur'an bersama surat Al Kautsar.

(wal-ashri) artinya "demi masa".

Ayat ini merupakan bentuk kalimat qosam atau sumpah. Seperti lazimnya berucap sumpah, ini berarti menegaskan pentingnya pesan yang akan disampaikan setelahnya. Al Ashr secara terjemah bahasa bermakna masa, zaman, atau waktu. Dalam ayat ini terdapat penegasan bahwa masa, zaman, waktu, umur manusia, beberapa makna yang merupakan penafsiran ulama tentang arti ayat ini, merupakan hal agung sebab menjadi objek maqsum bihi (media sumpah). Sehingga waktu merupakan hal yang harus mendapat perhatian. Rasul saw. bersabda dalam hadits, "ada dua nikmat yang terabaikan oleh banyak manusia, yaitu sehat dan waktu luang". (HR. Al-Baihaqi dari Ibn Abbas


(innal insana lafi khusrin) artinya "sesungguhnya manusia benar-benar rugi".
Ayat ini secara tata bahasa merupakan jawabul qosam. Yaitu isi atau pesan yang dimaksud dari penyebutan sumpah pada ayat sebelumnya. Dalam ayat ini sendiri terdapat dua kalimat penegas atau kalimat tauhid. Yang pertama adalah kalimat inna. Yang kedua adalah lam yang disisipkan pada khobar dari kalimat inna. Dalam kitab al-futuhat al-ilahiyyah disebutkan, menurut pendapat yang kuat lafadz (al-insan) dalam ayat ini merujuk pada keseluruhan manusia. Alif lam pada kalimat tersebut memiliki pemaknaan lil jinsi, seluruh jenis manusia, sehingga mencakup muslim dan non muslim. Faktor pendukungnya adalah adanya kalimat pengecualian atau istitsna' setelahnya yang mengecualikan kategori manusia yang beriman dari kelompok manusia yang merugi. (khusrin) berarti merugi atau berkurang. Al-Akhfasy mengartikannya dengan celaka dan ulama lain mengartikannya dengan keburukan.


Status ayat ini sebagai jawabul qosam memberi kesan tersurat bahwa isi ayat ini adalah berita penting yang harus ditanggapi serius. Pentingnya ayat ini dipertegas dengan tambahan adanya dua kalimat tauhid di dalamnya. Frase dalam dua ayat pertama surat ini menggunakan tiga kalimat penegasan, yang menguatkan kesan bahwa manusia akan benar-benar selalu dan terus menerus merugi. Tiga kalimat penegas yang dalam istilah gramatika arab disebut dengan ta'kid adalah bentuk kata sumpah, inna dan lam ta'kid.

"Demi Masa. Sesungguhnya seluruh manusia benar-benar rugi, celaka dan dalam keburukan”.

No comments:

Post a Comment