🏻
Dahulu, rahim ibu hanya dianggap sebagai ruang tunggu bagi janin hingga
waktunya ia dilahirkan. Kini, rahim disadari bisa menjadi sebuah ruang
kelas untuk menstimulus kecerdasan janin.
Verny T & Kelly J menuangkan penelitiannya dalam buku berjudul
"Secret Life of The Unborn Child". Kedua peneliti ini mengemukakan bahwa
pada usia tertentu, janin sudah dapat membedakan mana situasi atau
kondisi yang menyenangkan dirinya, dan mana yang membuatnya tidak
nyaman.
🏻
Janin akan memberikan reaksi melalui gerakan-gerakan. Mereka juga
menemukan, kondisi stres yang berlangsung lama pada ibu hamil akan
mempengaruhi janin melalui pengeluaran hormon yang masuk dalam peredaran
darah.
Tubuh seseorang akan memproduksi hormon yang bernama kortisol secara
berlebihan dalam keadaan stres. Yang berakibat tekanan darah menjadi
tinggi, dada terasa sesak, dan emosi yang tidak stabil. Pada ibu hamil,
hormon kortisol akan sampai ke plasenta dan akhirnya sampai ke janin
melalui pembuluh darah. Akibatnya, janin pun menjadi stres. Bila selama
hamil seorang ibu banyak mengeluarkan hormon kortisol, hal ini dapat
membawa pengaruh kurang baik tidak saja pada dirinya, tetapi juga pada
janinnya, bahkan hingga si anak dewasa.
Hormon berlebih yang dihasilkan dalam waktu lama dan terus-menerus
membuat hormon tersebut terakumulasi dalam sistem tubuh janin.
Akibatnya, janin terkondisi dengan keadaan hormon berkadar tinggi dalam
tubuhnya. Bila suatu saat dia dihadapkan pada kondisi yang dapat menjadi
pemicu meningkatnya produksi hormon kortisol dalam tubuhnya, ia akan
menjadi lebih mudah berada dalam kondisi stres atau menderita penyakit
yang sama seperti yang dialami ibunya dahulu ketika mengandungnya.
Nah, agar hormon kortisol tidak diproduksi secara berlebih, ibu hamil
harus mampu menjaga ketenangan batinnya. Di sinilah pentingnya dzikir,
do’a, dan kedekatan dengan Allah SWT karena dengan cara ini kita bisa
menjadi lebih tenang.
ﺍَﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﻭَﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﻗُﻠُﻮْﺑُﻬُﻢْ ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻻَﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮْﺏ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi
tenang.” (QS. Ar Ra’d:28)
Sekarang dikembangkan metode pendidikan pada janin yang dilakukan
dengan memberikan stimulasi (rangsang) pada sel-sel otak janin. Caranya
dengan memperdengarkan bacaan Al Quran, nasyid, ceramah, dan lain-lain.
Menurut para ahli, organ-organ tubuh janin selesai terbentuk pada usia 5
(lima) bulan dalam kandungan. Setelah masa itu, terjadi proses
perkembangan atau pematangan dari seluruh sel-sel organ yang telah
terbentuk. Dan stimulasi pada janin paling tepat lewat suara. Karena
sekitar usia 24 minggu (6 bulan) kehamilan, organ telinga janin sudah
terbentuk dan berfungsi secara sempurna. Bersamaan dengan itu, di usia ini otak janin pun sudah mampu menerjemahkan rangsang suara.
Jadi, memang benar kalau ibu hamil sering memperdengarkan bacaan Al
Quran bisa merangsang sel-sel otak janin sebelum lahir. Tapi bukan
berarti janin akan lebih cerdas dengan kapasitas dan volume otak yang
lebih besar, karena bagaimanapun volume otak sudah ditentukan oleh gen
masing-masing. Minimal, sel-sel otak sudah diberi stimulasi (rangsang)
sedini mungkin hingga ia dapat bekerja lebih optimal.
Kesimpulannya, ibu hamil sebaiknya banyak mendekatkan diri kepada-Nya
agar jiwanya lebih tenang dan hindari stres karena akan merugikan janin.
Memperdengarkan bacaan Al Quran tidak membuat volume otak menjadi lebih
besar, tapi bisa merangsang sel-sel otak bekerja lebih optimal,
sehingga diharapkan bisa mencerdaskan anak.
No comments:
Post a Comment