Di kala istirahat bersama ajudannya inilah ia tidak sengaja mendengar percakapan yang terjadi antara ibu dan anak gadisnya.
“Wahai anakku, oploslah susu yang kamu perah tadi dengan air,” perintah seorang ibu.
Mendengar perintah ibunya tersebut, si anak bukannya
menjalankan malah menolak suruhan tersebut, “Apakah Ibu tidak pernah
mendengar perintah Amirul Mukminin, Umar bin Khattab kepada rakyatnya
untuk tidak menjual susu yang dicampur air?”
“Iya, Ibu pernah mendengar perintah tersebut,” jawab sang ibu.
Namun, hal tersebut tidak membuat si ibu menyerah, ia lalu berkilah sambil mengatakan, “Mana Khalifah? Apakah dia melihat kita? Ayolah anakku laksanakan perintah ibumu ini, hanya sedikit!”
Namun, hal tersebut tidak membuat si ibu menyerah, ia lalu berkilah sambil mengatakan, “Mana Khalifah? Apakah dia melihat kita? Ayolah anakku laksanakan perintah ibumu ini, hanya sedikit!”
“Dia tidak melihat kita, tapi Rabb-nya melihat kita dan
demi Allah saya tidak akan melakukan perbuatan yang dilarang Allah dan
melanggar seruan Khalifah Umar untuk selama-lamanya”. Gadis tersebut
menolak dengan yakin dan tegas.
Setelah mendengar percakapan dari gadis dan ibu tersebut, Umar dan ajudannya langsung pulang meninggalkan tempat istirahatnya.
Sesampainya di rumah, Umar bercerita mengenai pengalamannya blusukan malam itu dan meminta kepada putranya yang bernama ‘Ashim bin Umar untuk menikahi gadis shalehah tersebut.
Sesampainya di rumah, Umar bercerita mengenai pengalamannya blusukan malam itu dan meminta kepada putranya yang bernama ‘Ashim bin Umar untuk menikahi gadis shalehah tersebut.
Lalu terjadilah pernikahan di antara keduanya. Dari
pernikahan tersebut, Umar dikaruniai cucu perempuan yang bernama Laila
atau lebih dikenal dengan Ummu Ashim dan dari Ummu Ashim terlahir Umar
bin Abdul Aziz khalifah kelima yang terkenal sangat adil, zuhud, dan
bijaksana
No comments:
Post a Comment