(Sumber : https://rumaysho.com/641-amat- disayangkan-banyak-sedekah- hanya-untuk-memperlancar- rizki.html)
ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺯِﻳﻨَﺘَﻬَﺎ ﻧُﻮَﻑِّ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻟَﺎ ﻳُﺒْﺨَﺴُﻮﻥَ 15 ) ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻭَﺣَﺒِﻂَ ﻣَﺎ ﺻَﻨَﻌُﻮﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﺑَﺎﻃِﻞٌ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ( 16 )
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud: 15-16)
Yang dimaksud “perhiasan dunia” adalah harta dan anak.
Dunia, mungkin saja mereka peroleh. Dengan banyak melakukan amalan
sholeh, boleh jadi seseorang akan bertambah sehat, rizki semakin lancar
dan karir terus meningkat. Dan itu senyatanya yang mereka peroleh dan
Allah pun tidak akan mengurangi hal tersebut sesuai yang Dia tetapkan.
Namun apa yang mereka peroleh di akhirat?
Inilah akibat orang yang hanya beribadah untuk mendapat tujuan dunia saja. Mereka memang di dunia akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Adapun di akhirat, mereka tidak akan memperoleh pahala karena mereka dalam beramal tidak menginginkan akhirat.
ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓَ ﻭَﺳَﻌَﻰ ﻟَﻬَﺎ ﺳَﻌْﻴَﻬَﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﺳَﻌْﻴُﻬُﻢْ ﻣَﺸْﻜُﻮﺭًﺍ
“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik”. (QS. Al Israa’: 19)
Orang-orang seperti ini juga dikatakan: “lenyaplah di
akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa
yang telah mereka kerjakan”. Ini semua dikarenakan mereka dahulu di
dunia beramal tidak ikhlas untuk mengharapkan wajah Allah sehingga
ketika di akhirat, sia-sialah amalan mereka. (Lihat penjelasan ayat ini
di I’aanatul Mustafid , 2/92-93)
Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhu- menafsirkan surat Hud ayat
15-16. Beliau –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya orang
yang riya’, mereka hanya ingin memperoleh balasan kebaikan yang telah
mereka lakukan, namun mereka minta segera dibalas di dunia.”
Ibnu ‘Abbas juga mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan
amalan puasa, shalat atau shalat malam namun hanya ingin mengharapkan
dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia
yang dia cari-cari. Namun amalannya akan sia-sia (lenyap) di akhirat
nanti karena mereka hanya ingin mencari dunia. Di akhirat, mereka juga
akan termasuk orang-orang yang merugi”.
Qotadah mengatakan, “Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai balasan untuknya. Adapun seorang mukmin yang ikhlas dalam beribadah (yang hanya ingin mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim , tafsir surat Hud ayat 15-16).
No comments:
Post a Comment