Friday, 28 October 2016

Al Quran Bisa Mencerdaskan Janin





👸🏻 Dahulu, rahim ibu hanya dianggap sebagai ruang tunggu bagi janin hingga waktunya ia dilahirkan. Kini, rahim disadari bisa menjadi sebuah ruang kelas untuk menstimulus kecerdasan janin.

🖋 Verny T & Kelly J menuangkan penelitiannya dalam buku berjudul
"Secret Life of The Unborn Child". Kedua peneliti ini mengemukakan bahwa pada usia tertentu, janin sudah dapat membedakan mana situasi atau kondisi yang menyenangkan dirinya, dan mana yang membuatnya tidak nyaman.

👶🏻 Janin akan memberikan reaksi melalui gerakan-gerakan. Mereka juga menemukan, kondisi stres yang berlangsung lama pada ibu hamil akan mempengaruhi janin melalui pengeluaran hormon yang masuk dalam peredaran darah.

Tubuh seseorang akan memproduksi hormon yang bernama kortisol secara berlebihan dalam keadaan stres. Yang berakibat tekanan darah menjadi tinggi, dada terasa sesak, dan emosi yang tidak stabil. Pada ibu hamil, hormon kortisol akan sampai ke plasenta dan akhirnya sampai ke janin melalui pembuluh darah. Akibatnya, janin pun menjadi stres. Bila selama hamil seorang ibu banyak mengeluarkan hormon kortisol, hal ini dapat membawa pengaruh kurang baik tidak saja pada dirinya, tetapi juga pada janinnya, bahkan hingga si anak dewasa.

💦 Hormon berlebih yang dihasilkan dalam waktu lama dan terus-menerus membuat hormon tersebut terakumulasi dalam sistem tubuh janin. Akibatnya, janin terkondisi dengan keadaan hormon berkadar tinggi dalam tubuhnya. Bila suatu saat dia dihadapkan pada kondisi yang dapat menjadi pemicu meningkatnya produksi hormon kortisol dalam tubuhnya, ia akan menjadi lebih mudah berada dalam kondisi stres atau menderita penyakit yang sama seperti yang dialami ibunya dahulu ketika mengandungnya.

❤ Nah, agar hormon kortisol tidak diproduksi secara berlebih, ibu hamil harus mampu menjaga ketenangan batinnya. Di sinilah pentingnya dzikir, do’a, dan kedekatan dengan Allah SWT karena dengan cara ini kita bisa menjadi lebih tenang.

ﺍَﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﻭَﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﻗُﻠُﻮْﺑُﻬُﻢْ ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻻَﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮْﺏ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS. Ar Ra’d:28)

📝 Sekarang dikembangkan metode pendidikan pada janin yang dilakukan dengan memberikan stimulasi (rangsang) pada sel-sel otak janin. Caranya dengan memperdengarkan bacaan Al Quran, nasyid, ceramah, dan lain-lain.
Menurut para ahli, organ-organ tubuh janin selesai terbentuk pada usia 5 (lima) bulan dalam kandungan. Setelah masa itu, terjadi proses perkembangan atau pematangan dari seluruh sel-sel organ yang telah terbentuk. Dan stimulasi pada janin paling tepat lewat suara. Karena sekitar usia 24 minggu (6 bulan) kehamilan, organ telinga janin sudah terbentuk dan berfungsi secara sempurna. Bersamaan dengan itu, di usia ini otak janin pun sudah mampu menerjemahkan rangsang suara.

📖 Jadi, memang benar kalau ibu hamil sering memperdengarkan bacaan Al Quran bisa merangsang sel-sel otak janin sebelum lahir. Tapi bukan berarti janin akan lebih cerdas dengan kapasitas dan volume otak yang lebih besar, karena bagaimanapun volume otak sudah ditentukan oleh gen masing-masing. Minimal, sel-sel otak sudah diberi stimulasi (rangsang) sedini mungkin hingga ia dapat bekerja lebih optimal.

📚 Kesimpulannya, ibu hamil sebaiknya banyak mendekatkan diri kepada-Nya agar jiwanya lebih tenang dan hindari stres karena akan merugikan janin. Memperdengarkan bacaan Al Quran tidak membuat volume otak menjadi lebih besar, tapi bisa merangsang sel-sel otak bekerja lebih optimal, sehingga diharapkan bisa mencerdaskan anak.

Sedih, Hanya Mau Shalat Wajib Saja


 
😢 Menyedihkan …
Menyedihkannya ketika kita hanya ingin shalat wajib saja tanpa menyempurnakan dengan shalat sunnah.
Contoh, renungkan utamanya shalat isyroq berikut. Betapa banyak di antara kita kurang memperhatikan shalat sunnah yang satu ini padahal suatu yang mudah untuk dikerjakan.

Shalat isyroq termasuk bagian dari shalat Dhuha yang dikerjakan di awal waktu. Waktunya dimulai dari matahari setinggi tombak (15 menit setelah matahari terbit) setelah sebelumnya berdiam diri di masjid selepas shalat Shubuh berjama’ah.

🖍 Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺻَﻼﺓَ ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ ﻓِﻲ ﻣَﺴْﺠِﺪِ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ ﻳَﺜْﺒُﺖُ ﻓِﻴﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﺳُﺒْﺤَﺔَ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ، ﻛَﺎﻥَ ﻛَﺄَﺟْﺮِ ﺣَﺎﺝٍّ، ﺃَﻭْ ﻣُﻌْﺘَﻤِﺮٍ ﺗَﺎﻣًّﺎ ﺣَﺠَّﺘُﻪُ ﻭَﻋُﻤْﺮَﺗُﻪُ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat Sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thobroni. Syaikh Al-Albani dalam Shahih Targhib 469 mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi atau shahih dilihat dari jalur lainnya)

🖋 Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟْﻐَﺪَﺍﺓَ ﻓِﻰ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ ﺛُﻢَّ ﻗَﻌَﺪَ ﻳَﺬْﻛُﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻠُﻊَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﺛُﻢَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻪُ ﻛَﺄَﺟْﺮِ ﺣَﺠَّﺔٍ ﻭَﻋُﻤْﺮَﺓٍ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺗَﺎﻣَّﺔٍ ﺗَﺎﻣَّﺔٍ ﺗَﺎﻣَّﺔٍ
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna". (HR. Tirmidzi, no. 586. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Meniru Hidup Sehat ala Rasulullah SAW


 
📗Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR Muslim).
Ya, hanya dengan tubuh yang sehat kita bisa melakukan berbagai aktivitas di dunia ini dengan sempurna. Rasulullah SAW pun pribadi yang sangat menjaga kesehatan. 

📝 Menurut riwayat, Rasullulah SAW tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari.
Nah, bagaimana agar seluruh anggota keluarga kita senantiasa sehat seperti Rasulullah SAW? 

Ini dia resep sehat ala Rasulullah SAW :

1. Bangun dan Mandi Sebelum Subuh
Rasulullah SAW selalu bangun sebelum subuh, mandi, shalat sunah kemudian shalat fardhu (subuh) berjamaah. Mandi pagi sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari terbit, sangat baik untuk kesehatan. Air sejuk yang meresap ke badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Waktu shalat subuh disunatkan bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Ini mencegah sakit kepala atau migrain. Ahli-ahli sains menemukan beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah.
Dengan bersujud, darah mengalir ke ruang tersebut. Selain itu, kesegaran udara subuh bagus bagi kesehatan. Misal untuk terapi penyakit TBC, memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

2. Menjaga Kebersihan
Rasululullah SAW senantiasa rapi dan bersih. "Tiap Kamis atau Jumat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. Mandi pada hari Jumat wajib bagi setiap orang dewasa (laki-laki). Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman". (HR Muslim)

3. Menjaga Pola Makan
Sabda Rasulullah SAW: “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak”. (Muttafaq 'Alaih)
Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk tiga benda: sepertiga udara, sepertiga air dan sepertiga lainnya makanan. Puasa sunah adalah salah satu cara untuk menyeimbangkan kesehatan.

Soal pola makan, Nabi pernah mencegah makan ikan bersama susu karena cepat memicu penyakit. Konon ilmuwan menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan ikan mengandung ion-, dimana jika bertemu akan terjadi reaksi biokimia yang merusak usus. Rasulullah SAW selalu minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Nabi juga mengajarkan makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari.
Ahli saintis menemukan bahwa enzim banyak terkandung di celah jari-jari.

4. Gemar Berjalan Kaki
Rasulullah SAW selalu berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dll. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

5. Tidak Pemarah
Nasihat Rasulullah SAW: “jangan marah” diulangi sampai tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah: mengubah posisi, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring. Lalu membaca ta'awwudz (a'udzubillahiminasy-
syaithonirrajiim), karena marah itu dari setan. Segeralah wudhu dan shalat dua rakaat agar tenang.

6. Shalat Malam
Shalat tahajud dapat memperkuat ketahanan tubuh, karena ketenangan hidup yang diperoleh menyebabkan terjadinya keseimbangan tubuh.

Perjalanan Terjauh dan Terberat adalah Perjalanan ke Masjid

(Sumber : Berbagai sumber bahan renungan)


Untukmu anakku...
Tahukah kamu, nak..?

Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke MASJID..

Sebab banyak orang yang kaya tidak sanggup untuk mengerjakannya..
Jangankan sehari lima waktu..
Bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa..
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah ke sana..

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID..

Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melakukannya..
Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa ataupun Amerika..
Mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australia, dan Korea dengan semangat yang membara..
Namun ke masjid, tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3..

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID..

Karena para pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan gunung Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid..
Alasan mereka pun beragam..
Ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim..

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID..

Maka berbahagialah dirimu wahai anakku..
Bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid..
Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke masjid..

Biar aku beritahu rahasia kepadamu..

Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu..
Itulah perjalanan yang diajarkan oleh nabimu serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya..

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke MASJID..
Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh, demi mengenal Rabbmu..

Dengan Amalan Sholeh Hanya Mengharap Keuntungan Dunia, Sungguh Akan Sangat Merugi


 
📖 Allah Ta’ala berfirman,
ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺯِﻳﻨَﺘَﻬَﺎ ﻧُﻮَﻑِّ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻟَﺎ ﻳُﺒْﺨَﺴُﻮﻥَ ‏  15 ‏) ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻭَﺣَﺒِﻂَ ﻣَﺎ ﺻَﻨَﻌُﻮﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﺑَﺎﻃِﻞٌ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ‏( 16 ‏)
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud: 15-16)

📝 Yang dimaksud dengan “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia”, yaitu barangsiapa yang menginginkan kenikmatan dunia dengan melakukan amalan akhirat.
Yang dimaksud “perhiasan dunia” adalah harta dan anak.

🖍 Mereka yang beramal seperti ini: “niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan”. Maksudnya adalah mereka akan diberikan dunia yang mereka inginkan. Ini semua diberikan bukan karena mereka telah berbuat baik, namun semata-mata akan membuat terlena dan terjerumus dalam kebinasaan karena rusaknya amalan mereka.

🖌 Dan juga mereka tidak akan pernah "yubkhosuun", yaitu dunia yang diberikan kepada mereka tidak akan dikurangi. Ini berarti mereka akan diberikan dunia yang mereka cari seutuhnya (sempurna).
 
Dunia, mungkin saja mereka peroleh. Dengan banyak melakukan amalan sholeh, boleh jadi seseorang akan bertambah sehat, rizki semakin lancar dan karir terus meningkat. Dan itu senyatanya yang mereka peroleh dan Allah pun tidak akan mengurangi hal tersebut sesuai yang Dia tetapkan. Namun apa yang mereka peroleh di akhirat?

📗 Lihatlah firman Allah selanjutnya (yang artinya), “Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka”.
Inilah akibat orang yang hanya beribadah untuk mendapat tujuan dunia saja. Mereka memang di dunia akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Adapun di akhirat, mereka tidak akan memperoleh pahala karena mereka dalam beramal tidak menginginkan akhirat. 

😇 Ingatlah, balasan akhirat hanya akan diperoleh oleh orang yang mengharapkannya. Allah Ta’ala berfirman,
ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓَ ﻭَﺳَﻌَﻰ ﻟَﻬَﺎ ﺳَﻌْﻴَﻬَﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﺳَﻌْﻴُﻬُﻢْ ﻣَﺸْﻜُﻮﺭًﺍ
“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik”. (QS. Al Israa’: 19)

Orang-orang seperti ini juga dikatakan: “lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. Ini semua dikarenakan mereka dahulu di dunia beramal tidak ikhlas untuk mengharapkan wajah Allah sehingga ketika di akhirat, sia-sialah amalan mereka. (Lihat penjelasan ayat ini di I’aanatul Mustafid , 2/92-93)

😰 Sungguh betapa banyak orang yang melaksanakan shalat malam, puasa sunnah dan banyak sedekah, namun itu semua dilakukan hanya bertujuan untuk menggapai kekayaan dunia, memperlancar rizki, umur panjang, dan lain sebagainya.

Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhu- menafsirkan surat Hud ayat 15-16. Beliau –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya orang yang riya’, mereka hanya ingin memperoleh balasan kebaikan yang telah mereka lakukan, namun mereka minta segera dibalas di dunia.”
Ibnu ‘Abbas juga mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan amalan puasa, shalat atau shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Namun amalannya akan sia-sia (lenyap) di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”. 

🗣 Perkataan yang sama dengan Ibnu ‘Abbas ini juga dikatakan oleh Mujahid, Adh Dhohak dan selainnya.
Qotadah mengatakan, “Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai balasan untuknya. Adapun seorang mukmin yang ikhlas dalam beribadah (yang hanya ingin mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim , tafsir surat Hud ayat 15-16).

Shalat dan Keutamaan Bersyukur

 
🕌Hikmah yang terkandung dalam shalat ialah bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada manusia. Rasulullah SAW sendiri selalu menjalankan shalat malam, sampai kedua kaki beliau membengkak. Ketika beliau ditanya : “Kenapa anda berbuat demikian, bukankah Allah telah memberi ampunan kepada anda tentang dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang?”

Rasulullah SAW menjawab pertanyaan itu dengan kata-kata berikut:
ﺍﻓﻼ ﺍﻛﻮﻥ ﻋﺒﺪﺍ ﺷﻜﻮﺭﺍ
“Bukankah kalau begitu saya termasuk hamba yang bersyukur?”

💫Oleh karena itu, setiap orang yang menjalankan shalat pada tiap raka’at selalu membaca surat Al-Fatihah yang dimulai dengan ‘Alhamdu Lillahi Rabbi Al-‘Alamina’ (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam). Begitu pula dengan I’tidal (berdiri sesudah ruku’) seseorang harus membaca kalimah do’a yang bunyinya ‘Sami’a Allahu LimanHamidah (Semoga Allah mendengar orang yang memujinya. Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji).

💥Dengan menjalankan shalat berarti seseorang telah melaksanakan kewajiban bersyukur kepada Allah. Apabila seseorang telah terbiasa melakukannya, maka pengertian bersyukur ini akan dilakukannya terhadap masyarakat. Oleh karenanya, akan berbakti kepada kedua orang tuanya, dan kepada orang lain yang berbuat baik kepadanya.

Rasulullah SAW telah bersabda selaras dengan pengertian di atas :
ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺸﻜﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻟﻢ ﻳﺸﻜﺮ ﺍﻟﻠﻪ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻯ
“Barangsiapa yang tidak bersyukur terhadap manusia, maka berarti ia pun tak bersyukur terhadap Allah”. (Hadits riwayat Turmudzi).

🙏Bersyukur adalah pekerti yang luhur. Karena syukur dapat menanamkan rasa cinta, dan memberikan dorongan untuk berlaku baik. Banyak sekali orang-orang yang berbuat kebajikan karena ingin mendapat pujian terhadap perbuatan baik yang dilakukannya apabila rasa syukur sudah tidak ada pada seseorang, maka dorongan untuk berbuat kebajikan pun akan lenyap dari dirinya.

Thursday, 20 October 2016

Kenapa Kanan Selalu Didahulukan Dibanding Kiri?

(Sumber: www.al-atsariyyah.com)


💦 Dari Aisyah r.a. berkata:
ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻌْﺠِﺒُﻪُ ﺍﻟﺘَّﻴَﻤُّﻦُ ﻓِﻲ ﺗَﻨَﻌُّﻠِﻪِ ﻭَﺗَﺮَﺟُّﻠِﻪِ ﻭَﻃُﻬُﻮﺭِﻩِ ﻭَﻓِﻲ ﺷَﺄْﻧِﻪِ ﻛُﻠِّﻪِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, & dalam seluruh aktifitas beliau.” (HR. Al- Bukhari no. 5926 & Muslim no. 268)

📚 Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:
ﺇِﺫَﺍ ﺍﻧْﺘَﻌَﻞَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺒْﺪَﺃْ ﺑِﺎﻟْﻴَﻤِﻴﻦِ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻧَﺰَﻉَ ﻓَﻠْﻴَﺒْﺪَﺃْ ﺑِﺎﻟﺸِّﻤَﺎﻝِ ﻟِﻴَﻜُﻦْ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﺃَﻭَّﻟَﻬُﻤَﺎ ﺗُﻨْﻌَﻞُ ﻭَﺁﺧِﺮَﻫُﻤَﺎ ﺗُﻨْﺰَﻉُ
“Apabila salah seorang dari kalian memakai sandal, hendaknya memulai dengan yang kanan, & apabila dia melepas hendaknya mulai dengan yang kiri. Hendaknya yang kanan pertama kali mengenakan sandal dan yang terakhir melepasnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5856 & Muslim no. 2097)

 Dari Anas bin Malik r.a. :
ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃُﺗِﻲَ ﺑِﻠَﺒَﻦٍ ﻗَﺪْ ﺷِﻴﺐَ ﺑِﻤَﺎﺀٍ ﻭَﻋَﻦْ ﻳَﻤِﻴﻨِﻪِ ﺃَﻋْﺮَﺍﺑِﻲٌّ ﻭَﻋَﻦْ ﻳَﺴَﺎﺭِﻩِ ﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮٍ ﻓَﺸَﺮِﺏَ ﺛُﻢَّ ﺃَﻋْﻄَﻰ ﺍﻟْﺄَﻋْﺮَﺍﺑِﻲَّ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﺄَﻳْﻤَﻦَ ﻓَﺎﻟْﺄَﻳْﻤَﻦَ
“Rasulullah SAW diberi minum susu campur air, sementara di sebelah kanan beliau ada seorang badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakr. Maka beliau minum kemudian beliau berikan (sisanya) kepada orang badui tersebut. Beliau bersabda: “Hendaknya dimulai dari sebelah kanan dahulu dan seterusnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5619 & Muslim no. 29029)

📝 Dari Abdullah bin ‘Umar r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:
ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻛَﻞَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺄْﻛُﻞْ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺷَﺮِﺏَ ﻓَﻠْﻴَﺸْﺮَﺏْ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻳَﺄْﻛُﻞُ ﺑِﺸِﻤَﺎﻟِﻪِ ﻭَﻳَﺸْﺮَﺏُ ﺑِﺸِﻤَﺎﻟِﻪِ
“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 3764)

‼ Penjelasan ringkas:
Memulai dengan yang kanan pada seluruh amalan-amalan yang sifatnya amalan kemuliaan merupakan salah satu di antara tuntunan Islam yang mulia. Ini menunjukkan bagaimana keuniversalan Islam karena menyinggung masalah yang mungkin dianggap remeh banyak orang, yaitu dalam mengerjakan sesuatu apakah dimulai dari yang kanan atau yang kiri, menggunakan tangan kanan atau tangan kiri, menggunakan kaki kanan atau kaki kiri.

♻ Adapun hikmah dianjurkannya memulai dengan yang kanan pada amalan-amalan yang sifatnya kemuliaan, karena kanan itu lebih mulia daripada kiri.
Sangat banyak dalil-dalil yang menunjukkan hal ini, di antaranya:

1. Kedua tangan Allah Ta’ala adalah kanan. Berdasarkan hadits Abdullah bin Amr bin Al-Ash: Nabi SAW bersabda:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﻘْﺴِﻄِﻴﻦَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻨَﺎﺑِﺮَ ﻣِﻦْ ﻧُﻮﺭٍ ﻋَﻦْ ﻳَﻤِﻴﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻭَﻛِﻠْﺘَﺎ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻳَﻤِﻴﻦٌ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﺪِﻟُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺣُﻜْﻤِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﻭَﻟُﻮﺍ
“Orang-orang yang berlaku adil berada di sisi Allah di atas mimbar (panggung) yang terbuat dari cahaya, di sebelah kanan Ar-Rahman ‘Azza wa Jalla -sedangkan kedua tangan Allah adalah kanan-: Yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum, adil dalam keluarga, dan adil dalam melaksanakan tugas yang di bebankan kepada mereka.” (HR. Muslim no. 3406)

2. Kebiasaan Rasulullah SAW memulai setiap aktifitasnya dengan yang kanan.

3. Karena menggunakan tangan kiri dalam makan adalah perbuatan menyerupai setan, padahal Islam telah mengharamkan seseorang itu serupa dengan setan.

4. Nabi shallallahu alaihi wasallam mendahulukan orang yang di sebelah kanan beliau padahal dia hanyalah arab badui & mengundurkan orang yang ada di sebelah kiri beliau padahal di situ ada Abu Bakr.

5. Dalam wudhu anggota wudhu yang kanan lebih didahulukan untuk dicuci daripada yang kiri.

6. Masih banyak dalil-dalil lainnya.
Karenanya disunnahkan seseorang untuk mulai dengan yang kanan pada setiap amalan kemuliaan, seperti: Masuk masjid mulai dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri, masuk ke kamar kecil dengan kaki kiri dan keluar darinya dengan kaki kanan, menyentuh kemaluan dengan tangan kiri, bersiwak dengan tangan kanan. Wallahu a’lam.