Muhasabah CINTA (Cerita dan Inspirasi Tahajjud) bersama Ust. Uti Konsen U.M.
Shalat tahajjud adalah syariat Rabbaniyah (sudah ditetapkan
hukumnya oleh Allah Rabbul Izzah). Sebagai Sunnah Nabawiyah (Sunnah yang telah
ditetapkan hukumnya oleh Nabi saw). Membangun mahligai QL (Qiyamul Lail) atau
Tahajjud perlu waktu lama dan ketekunan tidak setahun dua tahun. Seorang hamba
yang saleh mengaku “Telah 50 tahun aku ber-Qiyamul Lail, baru setahun ini aku
betah dan menikmati mahligai yang mulia, Tahajjud itu”. Diantara do’a Hammam Al
Harits, “Ya Allah, tidurkanlah aku dengan mudah. Anugerahkanlah untuk kami
tidur malam itu dengan sholat lail”.
(Hulya Aulia)
Allah swt sangat bangga kepada orang yang sedang sholat
tahajjud, lalu melontar senyum kepada mereka. Nabi saw bersabda, "Apabila
Allah tersenyum kepada seorang hamba, maka ia tidak akan dihisab”. (H.R. Imam
Ahmad dari Abu Ya’la). Maknanya bila Allah swt ridha terhadap orang tersebut,
Allah swt mendengarkan ucapannya, memperhatikan do’a dan munajahnya serta
memberkahi hidupnya. Kelak pembalasannya di akhirat adalah surga jannatun
na’im. (Buku Tahajjud Menembus Arsy oleh Djamaluddin Ahmad Al-Buni).
Nabi saw bersabda, “Allah Ta’ala tersenyum kepada 2 orang,
yakni orang yang bangun pada malam yang dingin dari tempat tidurnya,
menyingkapkan selimutnya lalu berwudhu dan berdiri untuk shalat lail. Allah swt
bertanya kepada para malaikat, “Apa yang dikehendaki oleh hamba-Ku ini atas
perbuatannya ini?” Para malaikat menjawab, "Wahai Tuhanku, ia hanya
mengharapkan pahala dari sisi-Mu dan takut akan siksa-Mu". Allah Ta’ala kemudian
berfirman, “Sesungguhnya Aku telah memberikan apa yang ia minta dan Aku telah
memberikan apa yang ia minta dan Aku telah mengamankannya dari apa yang ia
takutkan”. (H.R. Thabrani). Ketahuilah bahwa shalat tahajjud, penikmatnya
mendapat pujian dari Allah (Al Furqan : 63)
Pada saat malaikat pencabut nyawa turun ke bumi untuk
mencabut nyawa Maryam yang kala itu berada di mihrabnya, ia berkata, “Salam
sejahtera atasmu wahai Maryam yang selalu berpuasa dan menghidupkan malam”.
Di antara ciri orang dibanggakan Allah, “Setiap kali mereka
ingin tidur dan berbaring, rindu berduaan dengan Allah swt, melarang mereka
tidur”. Begitulah Allah swt menyifati mereka dengan firman-Nya, “Lambung mereka
jauh dari tempat tidur mereka dan mereka berdo’a kepada Tuhan mereka dengan
rasa takut dan harap, dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan
kepada mereka”. (As-Sajdah : 16). Dan shalat tahajjud memberikan gelar kepada
seseorang di alam malakut tertinggi, jika ia senantiasa menjaga untuk
melakukannya. Adapun gelar yang diberikan itu adalah, Al Mutahajjid” (Orang
yang senantiasa mendirikan shalat tahajjud). Mereka yang mendapat gelar ini,
atas perintah Allah para malaikat akan menolongnya di dalam banyak masalah
sulit yang dihadapinya, seperti dijanjikan Allah dalam surah Fushilat ayat 30,
“Sesungguhnya orang-orang berkata, “Tuhan kami adalah Allah, kemudian
istiqamah, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata)
‘Jangan kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa bersedih hati, dan
bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu’.
No comments:
Post a Comment