Sebuah kisah singkat tentang seindah hati seorang ibu. Ibu yang
selalu rela memberikan yang terbaik bagi anaknya. Sebagai seorang anak
sudah seharusnya kita menyadarinya. Mulai dari hal-hal kecil yang
terkadang tidak terpikirkan hingga sebuah keputusan besar yang membuat
kita menitikkan air mata.
Dikisahkan seorang anak ditanya ibu gurunya di sekolah yang tidak jauh dari rumahnya. Si anak ditanya tentang sebuah soal matematika,
Ibu guru: “Seandainya di rumah kamu ada 5 orang kamu, adikmu, kakakmu, abangmu dan ibumu, lalu ibumu punya satu kue jika ingin dibagi rata, berapa bagian kue yang kamu dapat?”
Murid: “Seperempat bu.”
Ibu guru: “Coba kamu hitung baik-baik.”
Setelah ia menghitung ulang ia pun menjawab,
Murid: “Iya bu seperempat.”
Ibu guru: “Kamu yakin? Coba hitung sekali lagi.”
Setelah ia menghitung ulang untuk kedua kalinya, ia pun berkata,
Murid: “Benar bu seperempat.”
Ibu guru: “Begini cara hitungnya. Di rumah kamu kan ada 5 orang sedangkan kuenya cuma ada satu, jadi satu dibagi lima sama dengan seperlima.”
Murid: “Maaf bu, tapi ibu saya selalu rela memberikan bagiannya
untuk kami supaya kami tidak kelaparan.”
Ibu guru pun terdiam, tak mampu berkata apa-apa.
Sahabat…
Hikmah selalu ada dalam setiap detik kehidupan tidak kenal usia dan tingkat pendidikan
selagi kita mau membuka hati demi kebenaran. Kita pasti menyadari begitu banyak pelajaran yang sangat berarti untuk menghadapi problematika kehidupan.
Dikisahkan seorang anak ditanya ibu gurunya di sekolah yang tidak jauh dari rumahnya. Si anak ditanya tentang sebuah soal matematika,
Ibu guru: “Seandainya di rumah kamu ada 5 orang kamu, adikmu, kakakmu, abangmu dan ibumu, lalu ibumu punya satu kue jika ingin dibagi rata, berapa bagian kue yang kamu dapat?”
Murid: “Seperempat bu.”
Ibu guru: “Coba kamu hitung baik-baik.”
Setelah ia menghitung ulang ia pun menjawab,
Murid: “Iya bu seperempat.”
Ibu guru: “Kamu yakin? Coba hitung sekali lagi.”
Setelah ia menghitung ulang untuk kedua kalinya, ia pun berkata,
Murid: “Benar bu seperempat.”
Ibu guru: “Begini cara hitungnya. Di rumah kamu kan ada 5 orang sedangkan kuenya cuma ada satu, jadi satu dibagi lima sama dengan seperlima.”
Murid: “Maaf bu, tapi ibu saya selalu rela memberikan bagiannya
untuk kami supaya kami tidak kelaparan.”
Ibu guru pun terdiam, tak mampu berkata apa-apa.
Sahabat…
Hikmah selalu ada dalam setiap detik kehidupan tidak kenal usia dan tingkat pendidikan
selagi kita mau membuka hati demi kebenaran. Kita pasti menyadari begitu banyak pelajaran yang sangat berarti untuk menghadapi problematika kehidupan.
No comments:
Post a Comment