(Sumber : Ustadz Bendri Jaisyurrahman, pakar islamic parenting dan konselor pernikahan)
Ketika ada tenaga medis bukan dokter hanya mantri lantas asal memberi obat jatuh korban maka akan dianggap mal praktik. Ketika ada sopir metromini lantas mengendarai pesawat tanpa punya ilmunya akan dianggap mal praktik. Lalu bagaimana saat ayah dan ibu tidak mempunyai ilmu lantas mereka mempunyai penumpang yang bernama anak --> mal praktik?
Menghasilkan :
1) Anak-anak yang kerdil jiwanya. Jiwa anak kecil yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.
2) Degradasi psikis, akibatnya saat ini lemah.
Dari anak-anak lemah --> menjadi laki-laki lemah--> ayah yang lemah--> mencetak anak-anak tidak berkualitas.
Anak sekarang hasil penelitian secara psikis setengah umur biologisnya. Anak kuliah berperilaku seperti anak SMP. Anak SMP berbicara seperti anak TK "ciyus, miapah,dll"
3) Fenomena cabe-cabean dan anak alay...
Apa sih anak Alay ?? Mati pola pikir / thinking shock.
Ciri-ciri :
- tidak bisa milih / membuat keputusan.
"Kamu mau makan apa? Hmmm terserah deh... "
Diajak sholat hayuk, diajak maksiat hayuk..
Pagi ke majlis ta'lim, malam dugem
-tidak bisa describe.
"Yaaa gitu deh.."
Penyebab fenomena cabe-cabean ---> kehilangan sosok ayah
Karena ayahlah yang mengajarkan rasionalitas, otak kiri. Anak yang dibesarkan tanpa sosok ayah akan tumbuh emosional dan tidak rasional.
FENOMENA FATHER HUNGER
Indonesia saat ini disebut sebagai Fatherless Country, banyak anak yang berayah namun yatim. Kerusakan psikologis yang diderita anak-anak karena kehilangan sosok ayah.
Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung menjadi pribadi yang percaya diri dan mudah beradaptasi dengan lingkungan luar. Karena bagi anak-anak, ayah adalah sosok misterius karena jarang pulang. Namun ketika seorang ayah bisa menjalankan perannya. Maka anak akan menyimpulkan bahwa dunia luar aman baginya.
Stimulus pagi hari, hasil penelitian anak akan termotivasi menjadi sosok orang yang membangunkan dia di pagi hari... Anak yang dibangunkan oleh ayah akan lebih sukses daripada yang dibangunkan oleh ibu. Karena di mindset anak, ayah adalah sosok penuh challenge sementara ibu lebih kepada urusan domestik dalam rumah.
Efek dari "father hunger"
1. Kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan luar. Sekolah nempel terus ke ibunya minta ditungguin.
2. Minder
3. Gay/ melenceng orientasi seksual (Hasil research --> 100% gay karena kehilangan sosok ayah)
4. Kesulitan dalam belajar
5. Perasa / susah mengambil keputusan ----> kebanyakan diasuh ibu
6. Kalau perempuan, susah membuat kriteria pasangan. Buat anak perempuan yang dekat dengan ayahnya dia akan dengan mudah apa kriteria pasangan hidupnya? Yang seperti ayah saya.. Karena seharusnya seorang ayah adalah first love bagi anak perempuannya.
Kebutuhan dasar anak wanita :
-dicintai
-disayangi
-dipuji
"Tau kah kamu nak, tidak ada satu laki-laki di dunia ini yang mencintai kamu melebihi cinta ayah kepada kamu"
"Nak, tidak akan ayah biarkan satu laki-laki pun menyakiti hatimu"
"Buat ayah, kamu adalah princess ayah, putrinya ayah yang paling cantik"
Anak-anak perempuan yang saat kecilnya tidak mendapatkan ketiga hal di atas akan haus kasih sayang, sehingga ketika beranjak dewasa dirayu oleh laki-laki mudah sekali karena dia mendapat apa yang tidak dia dapatkan seharusnya, laki-laki yang memuja dia, akibatnya dengan mudah menyerahkan diri dan kehormatannya.
Buat wanita yang sudah menikah, kalo menghadapi masalah dalam rumah tangganya dia akan mudah give up, menuntut cerai dia dengan mudah menyimpulkan bahwa semua laki-laki brengsek.
Saat ini banyak anak berayah namun yatim, karena fungsi ayah saat ini hanya 2 :
-memberi nafkah
-memberi ijin nikah
Ayah tidak tau kapan anak laki-lakinya mimpi basah, subuh ketok pintu "bangun , sholat ke masjid" si anak tidak tau bahwa dia mimpi basah dan harus mandi junub. Berangkat ke masjid tanpa mensucikan diri.
Padahal 58% anak Indonesia mengalami mimpi basah pertamanya saat kelas 5 SD (pubertas dini) sementara menurut Mendiknas pelajaran mandi junub baru diberikan saat kelas 2 SMP. Bayangkan selama berapa tahun si anak sholat ibadahnya tidak sah.
FATHERLESS COUNTRY!
- 0-2 thn pengasuhan full oleh ibu
- Usia pre school --> 90% guru di sekolah pre school adalah perempuan
- Usia TK --> sama tenaga pendidik perempuan semua
- Usia SD --> sama tenaga pendidik mayoritas ibu-ibu
Padahal 0-7thn adalah golden age pembentukan karakter, harus imbang stimulan ibu dan ayah.
Bayangkan saat cerita tentang sosok Umar ibn Khatab yang bercerita adalah ibu guru tidak bisa heroik, harusnya sosok umar itu gagah perkasa. Sosok ibu-ibu tidak akan bisa mewakili.
Maka ketika ada pepatah mengatakan "al ummu madrasatul ula = seorang ibu adalah sekolah pertama anak-anaknya", maka tambahkan dan ayah adalah kepala sekolahnya.
Apa fungsi seorang kepala sekolah :
1. Membuat tenaga pendidiknya nyaman. Nyamankan istrimu, bahagiakan istrimu itu adalah hal terbaik yang bisa kamu berikan kepada anak-anakmu. Saat istri kita bahagia maka anak kita akan dibesarkan dengan bunga-bunga yang indah, namun sebaliknya saat istri kita tidak bahagia tidak terjamin hidupnya, kesejahteraannya dia akan membuang emosi sampah kepada anak-anak kita.
2. Menentukan visi dan misi anak didiknya. Mau dijadikan apa anak-anak didiknya. Ayahlah yang menentukan lantas mensosialisasikannya kepada istri sebagai tenaga pendidik.
3. Evaluasi, ini lagi-lagi bukan tugas istri namun tugas kepala sekolah. Panggil tenaga pendidik "umi, kok abi liat anak kita udh umur 10 tahun belum bisa baca al fatihah coba gimana sekolahnya, umi ajarkan tdk?"
4. Membuat aturan, jangan kebalik ibu-ibu yang bikin aturan ini itu macem-macem, saat ayah pulang ayahlah yang melemahkan aturan-aturan yang ada. Aturan harusnya dibuat oleh sang kepala sekolah dan disosialisasikan pada tenaga pendidik sebagai orang di lapangan. Misal : kalo abi dengar nanti umi lapor kamu nonton TV lebih dari 3 jam, fasilitas TV abi cabut.
Di mana-mana yang namanya kepala sekolah memang tidak selalu hadir tapi perannya sangat krusial.
Jadi, para ayah meski anda harus selalu keluar rumah untuk mencari nafkah, pastikan saat pulang ke rumah jiwa raga anda untuk anak-anak anda. Karena apa? Dalam Al Quran ada 17 dialog tentang anak, 14 di antaranya tentang ayah-anak, Luqman dan anaknya, Ibrahim - Ismail, Ibrahim - Ishak, Syuaib dan anaknya, dsb. Hanya 2 dialog dalam Al Quran yang berisi dialog ibu dan anak, saudara Musa dan Maryam - Isa.
Karena dalam Islam seorang anak akan ikut nasab ayahnya, nasab adalah berarti pertanggungjawaban akan diminta dari seorang ayah, berhasil dan gagal ayah yang akan dimintai pertanggungjawaban sesuai nasab nya...
#I.share.because.I.care
*sosok.ayah
Ketika ada tenaga medis bukan dokter hanya mantri lantas asal memberi obat jatuh korban maka akan dianggap mal praktik. Ketika ada sopir metromini lantas mengendarai pesawat tanpa punya ilmunya akan dianggap mal praktik. Lalu bagaimana saat ayah dan ibu tidak mempunyai ilmu lantas mereka mempunyai penumpang yang bernama anak --> mal praktik?
Menghasilkan :
1) Anak-anak yang kerdil jiwanya. Jiwa anak kecil yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.
2) Degradasi psikis, akibatnya saat ini lemah.
Dari anak-anak lemah --> menjadi laki-laki lemah--> ayah yang lemah--> mencetak anak-anak tidak berkualitas.
Anak sekarang hasil penelitian secara psikis setengah umur biologisnya. Anak kuliah berperilaku seperti anak SMP. Anak SMP berbicara seperti anak TK "ciyus, miapah,dll"
3) Fenomena cabe-cabean dan anak alay...
Apa sih anak Alay ?? Mati pola pikir / thinking shock.
Ciri-ciri :
- tidak bisa milih / membuat keputusan.
"Kamu mau makan apa? Hmmm terserah deh... "
Diajak sholat hayuk, diajak maksiat hayuk..
Pagi ke majlis ta'lim, malam dugem
-tidak bisa describe.
"Yaaa gitu deh.."
Penyebab fenomena cabe-cabean ---> kehilangan sosok ayah
Karena ayahlah yang mengajarkan rasionalitas, otak kiri. Anak yang dibesarkan tanpa sosok ayah akan tumbuh emosional dan tidak rasional.
FENOMENA FATHER HUNGER
Indonesia saat ini disebut sebagai Fatherless Country, banyak anak yang berayah namun yatim. Kerusakan psikologis yang diderita anak-anak karena kehilangan sosok ayah.
Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung menjadi pribadi yang percaya diri dan mudah beradaptasi dengan lingkungan luar. Karena bagi anak-anak, ayah adalah sosok misterius karena jarang pulang. Namun ketika seorang ayah bisa menjalankan perannya. Maka anak akan menyimpulkan bahwa dunia luar aman baginya.
Stimulus pagi hari, hasil penelitian anak akan termotivasi menjadi sosok orang yang membangunkan dia di pagi hari... Anak yang dibangunkan oleh ayah akan lebih sukses daripada yang dibangunkan oleh ibu. Karena di mindset anak, ayah adalah sosok penuh challenge sementara ibu lebih kepada urusan domestik dalam rumah.
Efek dari "father hunger"
1. Kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan luar. Sekolah nempel terus ke ibunya minta ditungguin.
2. Minder
3. Gay/ melenceng orientasi seksual (Hasil research --> 100% gay karena kehilangan sosok ayah)
4. Kesulitan dalam belajar
5. Perasa / susah mengambil keputusan ----> kebanyakan diasuh ibu
6. Kalau perempuan, susah membuat kriteria pasangan. Buat anak perempuan yang dekat dengan ayahnya dia akan dengan mudah apa kriteria pasangan hidupnya? Yang seperti ayah saya.. Karena seharusnya seorang ayah adalah first love bagi anak perempuannya.
Kebutuhan dasar anak wanita :
-dicintai
-disayangi
-dipuji
"Tau kah kamu nak, tidak ada satu laki-laki di dunia ini yang mencintai kamu melebihi cinta ayah kepada kamu"
"Nak, tidak akan ayah biarkan satu laki-laki pun menyakiti hatimu"
"Buat ayah, kamu adalah princess ayah, putrinya ayah yang paling cantik"
Anak-anak perempuan yang saat kecilnya tidak mendapatkan ketiga hal di atas akan haus kasih sayang, sehingga ketika beranjak dewasa dirayu oleh laki-laki mudah sekali karena dia mendapat apa yang tidak dia dapatkan seharusnya, laki-laki yang memuja dia, akibatnya dengan mudah menyerahkan diri dan kehormatannya.
Buat wanita yang sudah menikah, kalo menghadapi masalah dalam rumah tangganya dia akan mudah give up, menuntut cerai dia dengan mudah menyimpulkan bahwa semua laki-laki brengsek.
Saat ini banyak anak berayah namun yatim, karena fungsi ayah saat ini hanya 2 :
-memberi nafkah
-memberi ijin nikah
Ayah tidak tau kapan anak laki-lakinya mimpi basah, subuh ketok pintu "bangun , sholat ke masjid" si anak tidak tau bahwa dia mimpi basah dan harus mandi junub. Berangkat ke masjid tanpa mensucikan diri.
Padahal 58% anak Indonesia mengalami mimpi basah pertamanya saat kelas 5 SD (pubertas dini) sementara menurut Mendiknas pelajaran mandi junub baru diberikan saat kelas 2 SMP. Bayangkan selama berapa tahun si anak sholat ibadahnya tidak sah.
FATHERLESS COUNTRY!
- 0-2 thn pengasuhan full oleh ibu
- Usia pre school --> 90% guru di sekolah pre school adalah perempuan
- Usia TK --> sama tenaga pendidik perempuan semua
- Usia SD --> sama tenaga pendidik mayoritas ibu-ibu
Padahal 0-7thn adalah golden age pembentukan karakter, harus imbang stimulan ibu dan ayah.
Bayangkan saat cerita tentang sosok Umar ibn Khatab yang bercerita adalah ibu guru tidak bisa heroik, harusnya sosok umar itu gagah perkasa. Sosok ibu-ibu tidak akan bisa mewakili.
Maka ketika ada pepatah mengatakan "al ummu madrasatul ula = seorang ibu adalah sekolah pertama anak-anaknya", maka tambahkan dan ayah adalah kepala sekolahnya.
Apa fungsi seorang kepala sekolah :
1. Membuat tenaga pendidiknya nyaman. Nyamankan istrimu, bahagiakan istrimu itu adalah hal terbaik yang bisa kamu berikan kepada anak-anakmu. Saat istri kita bahagia maka anak kita akan dibesarkan dengan bunga-bunga yang indah, namun sebaliknya saat istri kita tidak bahagia tidak terjamin hidupnya, kesejahteraannya dia akan membuang emosi sampah kepada anak-anak kita.
2. Menentukan visi dan misi anak didiknya. Mau dijadikan apa anak-anak didiknya. Ayahlah yang menentukan lantas mensosialisasikannya kepada istri sebagai tenaga pendidik.
3. Evaluasi, ini lagi-lagi bukan tugas istri namun tugas kepala sekolah. Panggil tenaga pendidik "umi, kok abi liat anak kita udh umur 10 tahun belum bisa baca al fatihah coba gimana sekolahnya, umi ajarkan tdk?"
4. Membuat aturan, jangan kebalik ibu-ibu yang bikin aturan ini itu macem-macem, saat ayah pulang ayahlah yang melemahkan aturan-aturan yang ada. Aturan harusnya dibuat oleh sang kepala sekolah dan disosialisasikan pada tenaga pendidik sebagai orang di lapangan. Misal : kalo abi dengar nanti umi lapor kamu nonton TV lebih dari 3 jam, fasilitas TV abi cabut.
Di mana-mana yang namanya kepala sekolah memang tidak selalu hadir tapi perannya sangat krusial.
Jadi, para ayah meski anda harus selalu keluar rumah untuk mencari nafkah, pastikan saat pulang ke rumah jiwa raga anda untuk anak-anak anda. Karena apa? Dalam Al Quran ada 17 dialog tentang anak, 14 di antaranya tentang ayah-anak, Luqman dan anaknya, Ibrahim - Ismail, Ibrahim - Ishak, Syuaib dan anaknya, dsb. Hanya 2 dialog dalam Al Quran yang berisi dialog ibu dan anak, saudara Musa dan Maryam - Isa.
Karena dalam Islam seorang anak akan ikut nasab ayahnya, nasab adalah berarti pertanggungjawaban akan diminta dari seorang ayah, berhasil dan gagal ayah yang akan dimintai pertanggungjawaban sesuai nasab nya...
#I.share.because.I.care
*sosok.ayah
No comments:
Post a Comment