(Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi)
- Alhamdulillah hijab syar’I kini mulai semarak dan mulai menjadi trend. Ini adalah kebaikan dan kemuliaan.
- Tapi setan ga mau ketinggalan.
- Dia terus berusaha tetap menyesatkan walau hijab sudah syar’i.
- Setan menumbuhkan semangat di hati para muslimah untuk mengoleksi hijab syar’I dengan berbagai mode. Serta lupa dengan semangat memperbaiki akhlaq.
- Setan menjeratnya dengan senang menumpuk-numpuk pakaian dan mengurangi sedekahnya.
- Setan terus menumbuhkan semangatnya untuk tampil cantik dan syar’I namun melupakan diri untuk menambah ilmu agama.
- Belum puas dengan itu, setan menyemangati agar para wanita yang berhijab syar’I untuk hadir di majelis-majelis ta’lim dengan tujuan memamerkan koleksi hijab syar’I miliknya.
- Setan pun semakin senang karena wanita muslimah sudah melupakan ilmu tawadhu’ dan kesederhanaan.
- Hijabnya memang syar’I tapi mahalnya ga ketulungan. Wanita muslimah pun menabung sedikit-sedikit untuk beli hijab syar’I, dan melupakan tabungan ke tanah suci.
- Lupa menabung untuk qurban bahkan mudah menabung untuk beli baju daripada keluar untuk sedekah.
- Ketika hijab syar’I yang baru dibelinya, ada sedikit cacatnya, pikirannya resah penuh kecewa.
- Setan telah membuatnya lupa dengan cacat shalatnya, cacat sedekahnya, dan cacatnya baca qur’an.
- Jika hijab syar’I yang dimilikinya memiliki keindahan sempurna, ia tidak siap menyedekahkannya.
- Hatinya telah menikah dengan dunia dan bercerai dari Rabb-Nya.
Jika sudah demikian, masihkah punya keinginan mengoleksinya?
Milikilah hijab syar’I seperlunya.
Sederhanakanlah penampilan.
“Belilah yang
harganya tidak terlalu jauh dengan harga kain kafan”.
No comments:
Post a Comment