Monday, 19 October 2015

Kebiasaan Orang-Orang Saleh Zaman Dahulu



Muhasabah CINTA (Cerita dan Inspirasi Tahajjud) bersama Ust. Uti Konsen U.M.

Abu Al-Ahwash bertutur, “Ulama zaman dahulu, banyak beramal, sedikit bicara. Banyak belajar. Mereka hidupkan malam-malamnya dan sedikit tidur“. Ia melanjutkan “Ketika berkeliling rumah atau melewati masjid pada malam hari, aku selalu mendengar suara gemuruh bagaikan suara lebah. Ternyata, itu adalah suara zikir para ulama dan salaf saleh. Mereka tidak pernah tidur malam, kecuali sangat sedikit. Berbeda dengan para ulama zaman sekarang yang selalu terlelap di atas kasurnya yang empuk.”

Dengan istiqamah menegakkan kesalehan malam, maka ucapan pada esok harinya dan berbagai kebijakan kelangsungan hidup lainnya akan didengar karena menyimpan hikmah dan ada bobotnya. Simak Al Muzammil 2-6. Khalid A Mu’thi Khalif berkata “Semua sisi kehidupan orang – orang saleh selalu dipenuhi dengan ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah swt“. Imam Nafi mengungkapkan “Yang dikerjakan Ibnu Umar dalam rumahnya selalu shalat sunat dan membaca Al Quran“. Fathimah, isteri Umar bin Abdul Aziz bertutur “Saya tidak pernah melihat orang yang mengungguli Umar dalam hal banyaknya shalat dan puasa serta ketakutannya kepada Allah. Usai shalat Isya, ia langsung masuk  ke dalam mihrabnya untuk beribadah kepada Allah“.

Ketika pasukan Romawi dan Persia berhasil ditaklukkan oleh tentara Islam yang baru muncul dan jumlahnya sedikit, Raja Romawi mengirim utusan untuk minta bantuan Kaisar Tiongkok, Sang Kaisar bertanya, “Apa rahasia kekuatan pasukan Islam ?“. Sang ketua Delegasi menjawab “Mereka di malam hari bagaikan Rahib (pendeta) dan di siang hari mereka bagaikan singa Tuhan, giat bekerja dan berpuasa “. Mendengar informasi ini sang Kaisar tidak jadi memberikan bantuan dengan alasan  “Kalau begitu mereka pasti dibantu oleh Tuhan mereka”. Orang–orang yang tekun shalat malam, termasuk golongan orang–orang yang bertaqwa. Maka Allah swt berjanji, “Allah menjadi pembela bagi orang yang bertaqwa“ (Al Jasiyah : 19). “Jika ada dikalangan kamu 20 orang yang sabar akan dapat mengalahkan 200 orang musuh“ (Al Anfal : 65).
       
Prof.Dr.Aidh Abdullah Al Qarni dalam bukunya ‘Quran Berjalan’ menulis antara lain “Salah satu rahasia kemenangan dan kesuksesan Rasulullah saw adalah karena beliau menjadikan ibadah dan ketaatan kepada Allah sebagai bekal perjuangan. Allah memerintahkan beliau untuk menjadi ahli ibadah agar beliau mampu memikul beban dan tugas risalah-Nya yang Maha berat itu”. Dalam bagian lain Aidh Al Qarni menyatakan, bahwa rata-rata setiap malam Rasulullah saw menghabiskan waktunya  untuk beribadah ritual kepada Allah swt selama 6 jam.   
               
Nuruddin Mahmud Zanki, seorang mujahid di Eropa. Dalam segala urusan pemerintahannya ia lebih banyak memohon pertolongaan Allah swt antara lain dengan melakukan shalat Tahajjud secara istiqamah, sehingga pemerintahannya terberkati oleh taqarrubnya.

Wallahu’alam

No comments:

Post a Comment