Jenuh, capek, lelah, letih, lesu, lunglai, hihihihi jadi ingat iklan *uppss
Mustahil ada manusia yang tidak pernah merasakan itu karena kita bukan malaikat yang tidak diberi nafsu.
Kalau jenuh dalam dakwah??? Lelah saat berdakwah??? Capek mau berdakwah???
Hati-hati mungkin masuk dalam jebakan futur...
Futur??? Masa depan???
Itu mah future...
Saat semangat berangsur memudar,
Saat ibadah mulai mengendor,
Saat amal udah ga maksimal,
Saat malas terus menghantui,
"Al imanu yazidu wa yankus"
"Iman bisa naik, bisa turun" itu sunnatullah yang berlaku.
Tapi,,,, Ada tapinya nih, ga ada yang namanya iman turun terus dibiarin. "Males ah,, entaran aja ahh, besok aja ahh,,, lagi futur doank kokk dikit" (ehh malah ngaku kalau lagi futur trus dibiarin. Bisa ngejamin besok masih hidup?? Jangankan besok, entar emang masih hidup??)
Banyak faktor yang menyebabkan diri terkadang merasa jenuh, lalu jatuh, hampir terus-terusan mau mengeluh.
Mungkin ia pernah kecewa. Kecewa akan suhu dakwah yang tak diharapkannya. Nahh lupa nihh,, seorang aktivis tangguh itu yang berani keluar dari rasa nyamannya.
Atau mungkin yaaa itu karena sukanya menunda-nunda. (aduhhh eike kesindir tulisan sendiri!)
Atauu,, kesalahan dalam memilih teman? Ini penting,,,! Bukan berarti ada yang boleh dan ga boleh lho yaaaaa. Semua orang mah mesti berhubungan baik tapi, kalau untuk dijadikan sahabat dan buat men-charge iman, kita butuh teman-teman yang "sholeh/ah"
Ukhty sayang,, dakwah tidak akan berhenti meskipun kita tidak menjadi bagian lagi dari sepak terjangnya. Dakwah tidak akan mati meskipun kita berlari pergi. Dakwah tidak akan usai meskipun kita berkata, "perjuanganku telah selesai". Dakwah akan terus berjalan ada ataupun tanpa kita. Akan ada banyak kader-kader yang lebih militan lagi, yang lebih bersemangat lagi menggantikan kita dan yang lebih baik lagi dari kita.
Tapi kita,,, Kita yang akan rugi karena berlepas diri dari perjuangan ini. Kita yang akan menyesal atas dakwah yang telah kita tinggal. Iman itu akan naik dalam ketaatan dan semakin turun dalam kemaksiatan.
Salah satunya itu, menunda-nunda waktu bertobat. Udah jatuh gak mau bangkit. Udah keperosok, tergelincir, malah menangisi kenapa ya aku ini???
Bangkit ukhti,,, Daki kembali, raih kembali semangat itu, kecap kembali manisnya iman itu.
Sadarilah,,, bahwa hidup tak akan lama. Kalau tak berbuat yang bermanfaat maka hidup habis dengan hal yang sia-sia.
Cukuplah kematian sebagai pengingat dan penegurmu. Saat ajal telah memanggil, maka tak ada kesempatan lagi untuk berbalik dan memperbaiki. Maka terputuslah segala kesempatan yang telah berkali-kali ALLAH beri.
Apa yang akan kita sampaikan saat di akhirat nanti. Saat ALLAH telah murka,, apa kita hanya akan berkata "aku menyesal"? Percuma,,.
Ayooo ukhti sayang.....
Bersama-sama kita menjadi lebih baik. Mungkin tak sempurna, tak akan pernah bisa sempurna.
Tenanglah, ALLAH tak menuntut kesempurnaan. Yang ALLAH lihat adalah usaha dan proses yang tak berhenti.
Terus semangat,, memperbaiki tak kenal nanti...
Segala alasan-alasan yang bersifat duniawi seyogyanya hanya mampu mengalihkan pandanganmu sebentar,menyesakkan dadamu hanya sedetik,lalu ia pun berlalu,,,
Cukup ALLAH jadi satu-satunya kekuatanmu bertahan. Cukup ALLAH menjadi alasan dan tujuan kita.
Insya ALLAH...
ALLAH permudahkan..
Aamiin
Mustahil ada manusia yang tidak pernah merasakan itu karena kita bukan malaikat yang tidak diberi nafsu.
Kalau jenuh dalam dakwah??? Lelah saat berdakwah??? Capek mau berdakwah???
Hati-hati mungkin masuk dalam jebakan futur...
Futur??? Masa depan???
Itu mah future...
Saat semangat berangsur memudar,
Saat ibadah mulai mengendor,
Saat amal udah ga maksimal,
Saat malas terus menghantui,
"Al imanu yazidu wa yankus"
"Iman bisa naik, bisa turun" itu sunnatullah yang berlaku.
Tapi,,,, Ada tapinya nih, ga ada yang namanya iman turun terus dibiarin. "Males ah,, entaran aja ahh, besok aja ahh,,, lagi futur doank kokk dikit" (ehh malah ngaku kalau lagi futur trus dibiarin. Bisa ngejamin besok masih hidup?? Jangankan besok, entar emang masih hidup??)
Banyak faktor yang menyebabkan diri terkadang merasa jenuh, lalu jatuh, hampir terus-terusan mau mengeluh.
Mungkin ia pernah kecewa. Kecewa akan suhu dakwah yang tak diharapkannya. Nahh lupa nihh,, seorang aktivis tangguh itu yang berani keluar dari rasa nyamannya.
Atau mungkin yaaa itu karena sukanya menunda-nunda. (aduhhh eike kesindir tulisan sendiri!)
Atauu,, kesalahan dalam memilih teman? Ini penting,,,! Bukan berarti ada yang boleh dan ga boleh lho yaaaaa. Semua orang mah mesti berhubungan baik tapi, kalau untuk dijadikan sahabat dan buat men-charge iman, kita butuh teman-teman yang "sholeh/ah"
Ukhty sayang,, dakwah tidak akan berhenti meskipun kita tidak menjadi bagian lagi dari sepak terjangnya. Dakwah tidak akan mati meskipun kita berlari pergi. Dakwah tidak akan usai meskipun kita berkata, "perjuanganku telah selesai". Dakwah akan terus berjalan ada ataupun tanpa kita. Akan ada banyak kader-kader yang lebih militan lagi, yang lebih bersemangat lagi menggantikan kita dan yang lebih baik lagi dari kita.
Tapi kita,,, Kita yang akan rugi karena berlepas diri dari perjuangan ini. Kita yang akan menyesal atas dakwah yang telah kita tinggal. Iman itu akan naik dalam ketaatan dan semakin turun dalam kemaksiatan.
Salah satunya itu, menunda-nunda waktu bertobat. Udah jatuh gak mau bangkit. Udah keperosok, tergelincir, malah menangisi kenapa ya aku ini???
Bangkit ukhti,,, Daki kembali, raih kembali semangat itu, kecap kembali manisnya iman itu.
Sadarilah,,, bahwa hidup tak akan lama. Kalau tak berbuat yang bermanfaat maka hidup habis dengan hal yang sia-sia.
Cukuplah kematian sebagai pengingat dan penegurmu. Saat ajal telah memanggil, maka tak ada kesempatan lagi untuk berbalik dan memperbaiki. Maka terputuslah segala kesempatan yang telah berkali-kali ALLAH beri.
Apa yang akan kita sampaikan saat di akhirat nanti. Saat ALLAH telah murka,, apa kita hanya akan berkata "aku menyesal"? Percuma,,.
Ayooo ukhti sayang.....
Bersama-sama kita menjadi lebih baik. Mungkin tak sempurna, tak akan pernah bisa sempurna.
Tenanglah, ALLAH tak menuntut kesempurnaan. Yang ALLAH lihat adalah usaha dan proses yang tak berhenti.
Terus semangat,, memperbaiki tak kenal nanti...
Segala alasan-alasan yang bersifat duniawi seyogyanya hanya mampu mengalihkan pandanganmu sebentar,menyesakkan dadamu hanya sedetik,lalu ia pun berlalu,,,
Cukup ALLAH jadi satu-satunya kekuatanmu bertahan. Cukup ALLAH menjadi alasan dan tujuan kita.
Insya ALLAH...
ALLAH permudahkan..
Aamiin
No comments:
Post a Comment