Friday, 2 October 2015

KUMPULAN 'MUHASABAH' SINGKAT

Bila kita jenuh, maka cobalah cari banyak alasan yang membenarkan kita hendak berhenti beribadah.
Tengoklah yang ada pada diri kita. Betapa Allah karuniakan kita organ tubuh sempurna, rizki yang lapang, kemudahan-kemudahan lainnya. Betapa maha pemurahnya Ia.
Pantaskah kita mengurangi beribadah pada-Nya?
Coba bandingkan orang-orang yang menyandang kekurangan namun tetap semangat beribadah. Ibu-ibu penyapu jalan yang masih sempat bawa al Quran & mengaji di sela-sela menunaikan tugasnya. Orang yang tak punya tangan & kaki namun tidak pernah absen shalat di masjid, agar kita malu.
Atau coba baca kisah-kisah sahabat, thabi'in. Kisah-kisah hebat mereka yang akan membuat kita tertunduk malu, biasanya cukup ampuh membuat saya mengoreksi betapa malasnya saya.
Cobalah untuk menjaga kontinuitas ibadah kita. Sedikit namun tidak terputus.
Ketikapun jenuh, alihkan sebentar tak apa, tapi jangan berlebihan pada hal yang mubah karena ia akan membuat kita makin malas beribadah.
Wallahua'lam

===============================================================

Sabar dan istiqomah dalam beribadah keduanya harus berjalan beriringan karena hakikatnya keteguhan yang ada harus berdasarkan kesabaran tidak mudah untuk mencapai keistiqomahan karena terkadang kita harus memaksakan diri... Agar ibadah yang kita lakukan menjadi suatu kebiasaan.

===============================================================

Tanya:
Bunda... saya mau tanya...
Gimana caranya kita tetap istiqomah sedangkan orang-orang di sekeliling kita tidak sepaham dengan kita bun?
Misalnya baru berhijrah... kita kan butuh seseorang yang trus menyemangati... jika teman-teman kita tidak berhijrah juga... kita seperti asing...
#maaf kepanjangan bun:D

Jawab :
Sayang, anti tidak sendirian kok.
Setiap muslimah yang berani memutuskan hijrah akan menghadapi seperti ini. Teman-teman bahkan keluarga yang tidak mendukung. Padahal kita yang baru hijrah tentu sangat memerlukan penguatan.
Nah, untuk penguatan, mulailah cari teman-teman yang dapat menguatkan kita. Ikut kajian-kajian mereka.
Ada banyak komunitas kebaikan online, ikuti saja. Insyaa Allah cukup bisa menguatkan.
Bagaimana dengan teman lama? Tak perlu ditinggalkan, tetap bergaul dengan mereka namun kurangi mengiyakan ajakan yang kurang bermanfaat.
Ngemall? Tak usah aja kalo cuma kongkow. Tapi kalo diajak makan bareng, ok lah. Jadi, tetap bergaul dengan teman lama seprti biasa


===============================================================

Tanya :
Bagaimana mengatasi ibadah yg naik turun?


Jawab :
Naik turunnya ibadah bergantung pada naik turunnya iman. Bagaimana agar iman stabil?
Jaga kontinyuitas amal-amal ibadah kita terutama amalan sunnah. Maka ia akan menjadi energi yang cukup.
Ibarat onta, dia simpan cadangan minumnya di punuknya, maka tatkala energi menurun dan tak ada air, ia masih punya cadanganya.
Iman juga begitu. Jika kita jaga ia stabil, maka ketika kita sedang turun maka insyaa Allah kita tdak akan berada pada kondisi terpuruk.
So, beramal sedikit tapi terus menerus, jangan putus.
Lebih baik lagi banyak & kontinyu, tak putus.

===============================================================

No comments:

Post a Comment