Tuesday, 6 October 2015

Orang yang Bertakwa, Sedikit Tidurnya

Muhasabah CINTA (Cerita dan Inspirasi Tahajjud) bersama Ust. Uti Konsen U.M.
Di antara ciri orang yang bertaqwa, di waktu malam  mereka hanya sedikit tidurnya, seperti firman-Nya antara lain : “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah“ (Az-Zariyat 17-18). “Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari“ (Al Insan 26).“ Dan orang–orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri“ (Al Furqan (25) : 64).

Imam Al Mubarakfuri berkomentar, “Allah menjelaskan dalam ayat ini tentang puncak keikhlasan mereka dalam beribadah”. “Beratnya melaksanakan Tahajjud, memiliki segudang keutamaan dan pahala yang luar biasa. Hanya orang-orang yang benar–benar ikhlas dan dipilih Allah saja yang mampu melaksanakannya“ (Abu Muhammad Al-Isfari dalam bukunya Sang Penakluk Malam)”. Andai saja setiap orang tahu tentang keutamaan dan rahasia besar yang terkandung dalam detik-detik waktu malam hari, niscaya mereka tidak akan melewatkan waktu malam begitu saja, tanpa melakukan bermacam ibadah“ (Ustad Syamsuddin Noor). Hamba yang giat beribadah di malam hari, tentu Allah tahu bagaimana cara membalasnya dengan keluasan rahmat kasih sayang-Nya.
       
Ubay bin Ka’ab meriwayatkan ketika 2/3 malam berlalu, Nabi saw bangun dan berkata “Wahai umatku, ingatlah Allah, ingatlah Allah. Tiupan pertama pasti datang dan yang kedua akan mengikutinya. Kematian akan datang dengan segala akibatnya. Kematian akan datang dengan segala akibatnya.” (HR.Turmuzi). Hadis ini mengingatkan agar kaum Muslimin tidak banyak tidur. Rasulullah saw bersabda “Hamba Allah yang paling berbahagia adalah mereka yang shalat dikeheningan malam“ (HR.Bukhari). Dari hadits ini tidak disebutkan bahwa hamba yang paling bahagia itu yang paling banyak hartanya, banyak keturunannya, tinggi pangkatnya, empuk jabatannya, Tentu yang paling baik lagi adalah  kalau memiliki status sosial seperti itu, ia rajin pula tahajjud.. Zamaakashari berpendapat “Kehormatan seorang mukmin adalah berdirinya di malam hari “Orang yang istiqamah tahajjud, akan menjadi orang yang paling dekat dengan Allah. Rasul saw bersabda “Allah paling dekat dengan hamba-Nya pada akhir pertengahan malam. Oleh karena itu, jika kamu sanggup untuk menjadi orang yang mengingat Allah pada saat itu, maka kerjakanlah.” (HR.Turmuzi)
               
Berdasarkan ayat-ayat Allah dalam Al Quran dan banyaknya hadis Rasulullah saw serta atsar–atsar para sahabat, telah mengungkapkan tentang keutamaan dan kemuliaan orang yang mengerjakan Tahajjud itu. Allah swt akan menaikkan derajatnya, mencintainya, membanggakannya dihadapan para malaikat-Nya. Apalah artinya tidur dikasur yang empuk, hidup serba mewah karena memiliki harta melimpah, badan sehat, status sosial yang menyenangkan dan lain–lain, jika semua itu membuat manusia lalai kepada Allah ? Rasul saw benar-benar mengetahui hakikat hidup itu. Oleh karena itu beliau pernah berkata kepada Khadijah RA yang menghiburnya agar tenang dan tidur “Wahai Khadijah, masa untuk tidur telah berlalu“


Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment